Surat Ucapan Terima Kasih!

Banda Aceh, 15 Februari 2000

Kepada Yang Terhormat

Bapak Suhadi Hadiwinoto

Coordinator, Small Grants Program

The Wordl Bank

Resident Staff in Indonesia

P.O. Box 324/JKR, Jakarta,

Indonesia

 

Dengan Hormat,

Salam bahagia… . dan sehat sejahtera..!

Sudah setengah bulan lebih berselang, sejak saya kirimkan surat dan laporan saya kepada Bapak pada tanggal 29 Januari 2000. Laporan itu berisi mengenai pengeluaran atau penggunaan dana bantuan dari The World Bank Perwakilan Indonesia (Jakarta) untuk transliterasi dan penterjemahan 4 (empat) buah naskah sastra lama Aceh yang telah saya kerjakan. Dengan telah sampainya laporan tersebut kepada Bapak, berarti telah selesailah tugas saya yang berkaitan dengan segala kewajiban yang telah saya terima dari World Bank Office, Jakarta.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, pada kesempatan ini secara khusus saya mengirimkan surat ini adalah untuk mengucapkan terima kasih kepada Bapak, yang telah sudi memberi bantuan dana untuk memperlancar kegiatan saya di bidang sastra Aceh. Tak lupa pula saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas cetusan ‘semangat’ yang telah Bapak selipkan dalam surat-surat balasan Bapak kepada saya.

Tujuh tahun waktu berlalu (sejak 1992), dalam saat itu saya menyurati berbagai lembaga dan perseorangan ke sana-kemari- mulai dari Banda Aceh, Jakarta hingga ke Nagoya, Jepang. Begitu pula demikian giatnya saya menghubungi/menjumpai barbagai tokoh secara pribadi-baik di rumah atau ke kantor- dengan maksud dan tujuan hanya satu, yaitu mencari pihak-pihak yang bersedia memberi bantuan dana untuk membantu upaya pelestarian sastra Aceh yang sedang saya kerjakan. Namun, apa hendak dikata, segala upaya saya itu tidak pernah mendapat tanggapan yang memadai. Jangankan memperoleh dana, malah kebanyakan surat yang saya kirimkan kepada lembaga/perusahaan besar di Aceh dan perseorangan pun tidak mendapat balasannya.

Untunglah, semangat sastra saya masih terus menyala. Sambil terus beraktifitas dengan naskah-naskah lama sastra Aceh sedikit demi sedikit – namun berkelanjutan –  saya tak pernah henti menyurati berbagai kalangan yang mungkin mau mendukung kegiatan sastra saya.

Kegagalan mencari sponsor terhenti jua suatu ketika. Hari itu adalah Rabu, tanggal 10 Maret 1999. Di sebuah warung kopi, saya membaca sebuah berita di Harian REPUBLIKA terbitan hari itu yang berjudul “Bank Dunia Bantu Pelestarian Budaya”, termuat di halaman 5. berita di surat kabar itu segera saya fotocopy sebanyak 5 lembar, sebagai bahan “musyawarah”  saya dengan ‘penasehat’ saya di sana-sini.

Demikianlah, akhirnya saya telah memperoleh dana dari bagian Small Grants Program The Word Bank yang Bapak pimpin (Coordinatornya). Sejak itu, rasa lelah saya yang terus bertambah menumpuk dari tahun ke tahun ; segera terasa meleleh dan mencair dari hari ke hari, sehingga telah membangkitkan kembali semangat saya yang nyaris tenggelam oleh kekecewaan dan hilang harapan.

Atas kesemua kebaikan Bapak itulah saya mengucapkan rasa terima kasih saya yang setinggi-tingginya kepada Bapak di sini. Tak lupa pula, saya mengucapkan terima kasih kepada Sekretariat Bapak,  yang telah ikut memperlancar kegiatan saya.

 

Wassalam,

T.A Sakti

(Drs. Teuku Abdullah, SmHk)

 

 

 

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s